MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PENCEGAHAN KORUPSI TAHUN 2019 PEMERINTAH KOTA SALATIGA

Inspektorat- Komisi Pemberantasan Koruspsi (KPK) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Rencana Aksi Program Pencegahan Korupsi Tahun 2019 Pemerintah Kota Salatiga. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2019 di Ruang Rapat Kalitaman Sekretariat Daerah Kota Salatiga yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Drs. Fakruroji.

Monev inii dilaksanakan untuk meningkatkan pencapaian progress Rencana Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2019, dengan meningkatkan sektor-sektor yang masih merah dan kuning. Tentunya komitmen ini tidak hanya sebatas pemenuhan dokumen dan infrastruktur saja namun sampai dengan implementasi atas pencegahan korupsi di Pemerintah Kota Salatiga “tutur Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Drs. Fakruroji”.

Sekretaris Daerah Kota Salatiga juga mengemukakan bahwa beberapa upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Salatiga sejak Tahun 2018, sebanyak 7 (tujuh) sektor intervensi, dimana capaian nilai MCP (Monitoring Centre for Pervertion) Tahun 2018 adalah 68% (enam puluh delapan persen) masuk Zona Hijau. Sedangkan nilai MCP (Monitoring Centre for Pervertion) Triwulan I Tahun 2019 baru mencapai 21% (dua puluh satu persen).

Adapun OPD yang mengikuti acara tersebut yaitu dari Inspektorat Kota Salatiga, Badan Keuangan Daerah, Bapelitbangda, DPMPTSP, Diskominfo, Setwan, serta beberapa Bagian dari Sekretariat Daerah Kota Salatiga.

Materi tentang Monev disampaikan oleh Ibu Rika Krisdianawati dan Bapak Untung Wicaksono dimana beliau adalah Tim Satgas Pencegahan Korupsi Unit Korwil V KPK RI. Bapak Untung Wicaksono mengatakan bahwa kami melaksanakan ini untuk pencegahan korupsi di seluruh Indonesia, salah satunya dengan menggunakan MCP (Monitoring Centre for Pervertion) yang akan memberikan informasi capaian kinerja program koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi (korsupgah) yang dilaksanakan oleh seluruh Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia yang meliputi 8 Area Intervensi.

Lanjut “Ibu Rika Krisdianawati” juga mengajak para peserta untuk melakukan diskusi, pelatihan Sistem Informasi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan serta tanya jawab tentang permasalahan masing-masing pada setiap OPD untuk menyajikan data pendukung Program Pencegahan Korupsi selain MCP. (/rn)